ANTUSIASME PEGAWAI BAPPEDALITBANG IKUTI SKRINING KESEHATAN
MARTAPURA – Suasana berbeda tampak di kantor Bappedalitbang Kabupaten Banjar pada Selasa (10/2) pagi. Ruang Klinik Perencanaan yang biasanya sunyi, mendadak ramai oleh antusiasme pimpinan dan staf yang bergiliran mengikuti layanan pemeriksaan kesehatan gratis. Kegiatan jemput bola ini diselenggarakan oleh UPTD Puskesmas Martapura 2 sebagai upaya memastikan kondisi fisik para Aparatur Sipil Negara (ASN) tetap prima dalam menjalankan tugasnya.
Layanan kesehatan yang diberikan cukup komprehensif untuk deteksi dini penyakit tidak menular. Tim medis dengan sigap melayani pemeriksaan dasar mulai dari pengukuran berat badan dan tinggi badan untuk mengetahui indeks massa tubuh. Tak hanya itu, pemeriksaan berlanjut ke tahap yang lebih vital, yakni pengambilan sampel darah untuk pengecekan kadar gula serta pengukuran tekanan darah guna memantau risiko hipertensi.

Kepala Bappedalitbang Kabupaten Banjar, Nashrullah Shadiq, tidak ingin ketinggalan momen ini. Ia turun langsung membaur bersama stafnya untuk mengikuti rangkaian tes kesehatan. Nashrullah menyambut positif inisiatif ini dan menyampaikan rasa terima kasihnya atas pelayanan responsif yang diberikan oleh tim UPTD Puskesmas Martapura 2 langsung ke lokasi kerja mereka.
“Saya sangat mengapresiasi atas apa yang dilakukan karena sangat memudahkan kami. Di tengah padatnya rutinitas menyusun perencanaan daerah, terkadang kami lupa untuk sekadar mengecek kondisi tubuh sendiri. Kehadiran tim medis di sini menjadi pengingat penting bagi kami semua,” ungkap Nashrullah usai menjalani pemeriksaan.
Lebih lanjut, Nashrullah menekankan pentingnya kesehatan fisik bagi kinerja birokrasi. “Kegiatan ini sangat bermanfaat khususnya untuk Bappedalitbang ataupun SKPD di lingkup Kabupaten Banjar. Dengan tubuh yang sehat, fokus dan produktivitas pegawai tentu akan terjaga, sehingga pelayanan kepada masyarakat dan proses perencanaan pembangunan tidak terganggu,” tambahnya.

Senada dengan pimpinannya, Kepala Bidang Ekonomi dan SDA, Dedi Nurmadi, yang turut serta dalam antrean pemeriksaan, mengaku antusias dan merasa terbantu. Ia menilai program ini sebagai langkah preventif yang cerdas. Dedi merasa lebih tenang setelah mengetahui indikator kesehatannya secara langsung dari tenaga medis yang bertugas.
“Menurutnya, kesehatan adalah investasi paling mahal. Mengetahui kondisi gula darah dan tensi sejak dini membuat kita bisa lebih waspada dan mengatur pola hidup. Jika perencananya sehat, Insyaallah hasil perencanaan untuk Kabupaten Banjar juga akan semakin berkualitas,” tutur Dedi dengan optimis.(Ione/Brigade Bappedalitbang)

