TINGKATKAN AKUNTABILITAS KINERJA, BAPPEDALITBANG BANJAR GELAR SOSIALISASI SIPD DALEV DAN SINERGI BANUA
MARTAPURA – Dalam rangka mengoptimalkan pelaksanaan pengendalian dan evaluasi pembangunan daerah melalui Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD) Modul DALEV, Bappedalitbang Kabupaten Banjar melaksanakan sosialisasi kepada seluruh jajaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD). Kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman serta kelancaran proses input data pelaporan tahun 2025 dan 2026 ini dilangsungkan pada Selasa (10/3/2026) pagi. Bertempat di Aula Baiman, acara tersebut dibuka dan dipimpin langsung oleh Mujahid selaku Kepala Bidang Perencanaan Pengendalian dan Evaluasi (PPE).

Dalam sambutannya, Mujahid menyampaikan bahwa kegiatan ini sangat penting guna memastikan seluruh capaian kinerja dan serapan anggaran daerah terekam dengan akurat, selaras, dan sesuai dengan pedoman dokumen perencanaan yang telah ditetapkan oleh pemerintah daerah.
“Dengan paparan narasumber dari Provinsi ini, kita berharap proses sinkronisasi dan integrasi data berjalan lancar, sehingga kawan-kawan di SKPD tidak lagi mengalami kebingungan dalam mengoperasikan pelaporan sistem yang ada,” ujarnya.
Adapun narasumber yang dihadirkan langsung dari Bappeda Provinsi Kalimantan Selatan adalah Yusda Helmani yang membawakan materi terkait Penggunaan Sistem Informasi Terintegrasi (Sinergi Banua) Modul SAKIP, serta Ardiansyah yang secara spesifik menyosialisasikan tata cara penginputan SIPD Modul Pengendalian dan Evaluasi (DALEV). Kehadiran kedua pemateri kompeten ini diharapkan mampu mengurai kendala-kendala teknis yang kerap dihadapi oleh para operator perencanaan di lapangan.
Yusda Helmani dalam materinya menjelaskan bahwa aplikasi Sinergi Banua merupakan sistem integrasi data kinerja perangkat daerah yang berfungsi sebagai pusat monitoring capaian pembangunan secara real-time. Sistem ini memadukan proses dari dokumen strategis daerah (RPJM dan Renstra) yang kemudian diturunkan menjadi Perencanaan Kinerja, lalu bermuara pada tahapan Pengukuran Kinerja atas efektivitas pelaksanaan program dan kegiatan. Melalui format digital yang terstruktur, halaman Matrik Renstra di dalamnya merangkum berbagai indikator mulai dari tujuan, sasaran, outcome, hingga level subkegiatan.
Menurutnya, keberadaan fitur Matrik Renstra ini sangat esensial karena membantu memastikan bahwa rumusan tujuan, sasaran, indikator, hingga kegiatan operasional setiap SKPD terhubung secara konsisten dengan dokumen RPJMD dan SAKIP. Ia juga menekankan pemanfaatan menu Outcome guna memantau capaian kinerja utama pada periode perencanaan, agar evaluasi arah strategis pemerintah daerah dapat diukur dengan presisi tinggi.

Sementara itu, Ardiansyah dalam sosialisasinya mempraktekkan secara langsung langkah-langkah penginputan sistem kepada peserta yang hadir. Ia mendemonstrasikan tahapan penggunaan fitur “Tarik Data” yang berfungsi melakukan sinkronisasi secara otomatis dari SIPD untuk memastikan seluruh elemen perencanaan, termasuk struktur program dan indikator, sepenuhnya sesuai dengan data resmi yang berlaku. Lebih jauh, ia memandu peserta untuk mencatat capaian pada Menu Input Realisasi Kinerja level subkegiatan secara triwulanan , tata cara pengisian serapan anggaran , serta melengkapi catatan evaluasi untuk menjabarkan kendala atau faktor pendorong capaian di lapangan.
Dalam sesi diskusi, para peserta menyoroti teknis pengisian indikator keluaran, sinkronisasi target keuangan, serta langkah penyesuaian evaluasi saat terjadi pembaruan nomenklatur kegiatan. Melalui sosialisasi ini, diharapkan seluruh jajaran SKPD di Kabupaten Banjar mampu meningkatkan kepatuhan, keakuratan, dan akuntabilitas pelaporan kinerjanya.
Harmonisasi pemahaman antara konsep akuntabilitas pada Sinergi Banua dan keterampilan teknis di aplikasi SIPD DALEV ini diproyeksikan akan mendorong terwujudnya tata kelola pemerintahan yang jauh lebih transparan, efektif, dan berdampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.(Ione/Brigade Bappedalitbang)

