Berita

RESTRUKTURISASI BESAR, BAPPEDALITBANG BANJAR KINI MENJADI BAPPERIDA

MARTAPURA – Pemerintah Kabupaten Banjar resmi melakukan transformasi kelembagaan di bidang perencanaan pembangunan. Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian dan Pengembangan (Bappedalitbang) Kabupaten Banjar kini dikukuhkan menjadi Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida). Pengukuhan tersebut disertai pelantikan serta perubahan struktur organisasi secara menyeluruh yang dilakukan oleh Wakil Bupati Banjar Habib Idrus Al Habsyi di Aula Wisma Sultan Sulaiman BKPSDM Kabupaten Banjar, Selasa (31/3/2026) pagi.

Perubahan ini menjadi langkah penting dalam memperkuat peran lembaga perencanaan daerah agar lebih adaptif terhadap dinamika pembangunan. Dengan struktur dan nomenklatur baru, Bapperida diharapkan mampu memperkuat perencanaan pembangunan daerah yang berbasis data, riset, serta inovasi guna menghasilkan kebijakan yang lebih tepat sasaran dan berdampak bagi masyarakat.

Salah satu perubahan yang menonjol adalah pada Bidang Penelitian, Pengembangan dan Inovasi yang kini berubah menjadi Bidang Riset dan Inovasi. Perubahan tersebut menandai penguatan peran riset sebagai fondasi penting dalam proses perencanaan pembangunan daerah. Melalui bidang ini, berbagai kajian ilmiah, penelitian terapan serta inovasi daerah diharapkan dapat berkembang lebih optimal untuk mendukung program pembangunan Kabupaten Banjar.

Wakil Bupati Banjar Habib Idrus menegaskan bahwa pelantikan ini bukan sekadar rotasi atau pengisian jabatan, melainkan bagian dari langkah strategis pemerintah daerah dalam mempercepat penyederhanaan struktur organisasi perangkat daerah serta memperkuat kinerja birokrasi yang adaptif, profesional dan berorientasi pada pelayanan masyarakat.

Menurutnya, reformasi birokrasi harus mampu menjawab harapan masyarakat yang menginginkan pelayanan yang cepat, transparan, akuntabel dan tidak berbelit-belit.

Oleh karena itu lanjutnya, penyederhanaan struktur organisasi menjadi salah satu kunci untuk menciptakan birokrasi yang lebih lincah, efisien serta mampu mengambil keputusan secara cepat dan tepat.

Pelantikan yang dilakukan bersamaan dengan pengukuhan tersebut juga diwarnai dengan sejumlah perubahan jabatan di lingkungan organisasi. Beberapa pejabat memperoleh kenaikan jabatan, sementara lainnya mengalami perpindahan posisi sebagai bagian dari penataan struktur organisasi yang baru.

Selain itu, sejumlah jabatan struktural eselon IV juga mengalami perubahan menjadi jabatan fungsional Perencana Muda di lingkungan Bapperida. Langkah ini sejalan dengan kebijakan reformasi birokrasi yang mendorong penguatan jabatan fungsional agar kinerja perencanaan pembangunan daerah semakin profesional, efektif, dan berorientasi pada hasil.(Ione/Brigade Bappedalitbang)