BAPPEDALITBANG JADI PETUGAS APEL, BUPATI BANJAR SOROTI KINERJA DAN PERENCANAAN
MARTAPURA – Bappedalitbang Kabupaten Banjar kembali mendapat kepercayaan sebagai petugas apel gabungan di awal Februari 2026. Apel yang diikuti seluruh SKPD lingkup Pemerintah Kabupaten Banjar ini dilaksanakan pada Senin (2/2) pagi di lapangan upacara depan Sekretariat Daerah Kabupaten Banjar. Kegiatan berlangsung tertib dan penuh khidmat sebagai bagian dari penguatan disiplin serta koordinasi antarperangkat daerah.

Bertindak sebagai pembina apel, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Ikhwansyah menyampaikan arahan Bupati Banjar H. Saidi Mansyur. Dalam amanatnya, Bupati menegaskan bahwa saat ini Pemerintah Kabupaten Banjar berada pada fase krusial tata kelola pemerintahan, karena secara bersamaan memasuki tahapan penyusunan Rancangan RKPD dan Renja Perangkat Daerah Tahun 2027, sekaligus penyelesaian laporan pertanggungjawaban tahun berjalan.
Ikhwansyah menyampaikan bahwa penyusunan Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKjIP) dan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) bukan sekadar formalitas administrasi, melainkan cerminan akuntabilitas pemerintah kepada masyarakat. Setiap program dan penggunaan anggaran harus menunjukkan keterkaitan yang jelas antara perencanaan, penganggaran, pelaksanaan, hingga dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.

Lebih lanjut melalui Ikhwansyah, Bupati Banjar meminta seluruh Kepala Perangkat Daerah memastikan laporan kinerja disusun sesuai sasaran, indikator, dan capaian yang dapat dipertanggungjawabkan. Percepatan penyelesaian laporan keuangan Tahun Anggaran 2025 juga menjadi perhatian utama, seiring persiapan menghadapi pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang akan berlangsung dalam waktu dekat. Pemeriksaan tersebut diharapkan menjadi momentum memperkuat praktik tata kelola pemerintahan yang baik.
Dalam arahannya terkait penyusunan RKPD dan Renja Perangkat Daerah Tahun 2027, dijelaskan bahwa perencanaan pembangunan harus dilakukan secara cermat dan objektif, dengan memperhatikan hasil evaluasi pembangunan sebelumnya serta isu strategis daerah. Tema pembangunan Tahun 2027, yakni “Penguatan Sumber Daya Manusia dan Ekonomi Berbasis Resiliensi Bencana untuk Pembangunan Berkelanjutan”, diminta untuk diterjemahkan secara konkret dalam program dan penganggaran lintas sektor.
Bupati Banjar juga mengingatkan tentang keterbatasan belanja daerah yang menuntut adanya prioritisasi program secara disiplin. Selain itu, penanganan banjir yang kembali melanda sejumlah kecamatan di awal tahun ini menjadi perhatian serius. Pemulihan dampak banjir, perbaikan prasarana dasar, serta pelayanan publik diarahkan sebagai prioritas utama dalam RKPD Perubahan 2026 maupun RKPD 2027, dengan menekan belanja tidak produktif dan menanggalkan ego sektoral.

Apel gabungan ini menjadi sarana penting untuk memperkuat sinergi, kedisiplinan, dan komitmen seluruh aparatur sipil negara di lingkungan Pemerintah Kabupaten Banjar. Melalui momentum tersebut, diharapkan seluruh perangkat daerah mampu bekerja lebih profesional, berintegritas, serta menjaga kepercayaan publik melalui kinerja pemerintahan yang akuntabel dan berorientasi pada hasil nyata bagi masyarakat.(Ione/Brigade Bappedalitbang)

