BeritaBidang Ekonomi dan Sumber Daya Alam

MELALUI RAKOR DARING, BAPPEDALITBANG DUKUNG PENGENDALIAN INFLASI DAERAH

MARTAPURA – Bappedalitbang Kabupaten Banjar melalui Bidang Ekonomi dan Sumber Daya Alam (Ekosda) turut mengikuti Rapat Koordinasi Pembahasan Langkah Konkret Pengendalian Inflasi di Daerah yang dirangkaikan dengan sosialisasi penyelenggaraan jaminan produk halal serta evaluasi dukungan pemerintah daerah terhadap Program 3 Juta Rumah. Kegiatan yang dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting tersebut diikuti oleh Kasubbid SDA Irma Vidya bersama staf dari ruang kerja Sub Bidang SDA pada Rabu (18/2).

Rapat dipimpin langsung oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri, Tomsi Tohir, yang menegaskan bahwa pengendalian harga pangan menjadi prioritas pemerintah, terutama menjelang bulan suci Ramadan. Ia menekankan pentingnya kesiapsiagaan aparatur daerah dalam memantau pergerakan harga dan memastikan masyarakat tetap memperoleh bahan pokok dengan harga terjangkau.

“Urusan utama kita hari ini adalah bagaimana menjaga harga pangan agar tetap murah dan terjangkau oleh masyarakat. Kita harus mengantisipasi kenaikan harga sebelum masuk bulan Ramadan. Jangan sampai Ramadan belum masuk, tetapi harga sudah lebih dulu naik,” tegasnya. Tomsi juga menyoroti pentingnya langkah preventif, penguatan koordinasi lintas sektor, serta respons cepat pemerintah daerah dalam menghadapi gejolak harga di lapangan.

Berdasarkan data Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok dari Kementerian Perdagangan, perkembangan harga pangan nasional pada minggu kedua Februari 2026 menunjukkan dinamika bervariasi. Sebanyak 21 provinsi mengalami kenaikan Indeks Perkembangan Harga, sementara 17 provinsi lainnya mencatat penurunan. Komoditas utama penyumbang kenaikan antara lain cabai rawit dan daging ayam ras, di mana cabai rawit secara nasional meningkat signifikan hingga 16,60 persen dibanding Januari 2026 dan berada di atas Harga Acuan Penjualan.

Di sisi lain, beberapa komoditas strategis menunjukkan tren penurunan harga, di antaranya bawang merah, bawang putih, telur ayam ras, dan minyak goreng.

Menanggapi hasil rapat tersebut, Irma Vidya menuturkan bahwa informasi dan arahan yang disampaikan menjadi bahan penting bagi daerah dalam merumuskan langkah pengendalian inflasi. “Koordinasi seperti ini membantu kami memahami kondisi nasional sekaligus menyesuaikan strategi di daerah agar stabilitas harga tetap terjaga,” ujarnya.

Melalui rapat koordinasi ini, Bidang Ekosda Bappedalitbang berkomitmen memperkuat sinergi lintas sektor dalam pengendalian inflasi, sekaligus mendukung implementasi kebijakan pusat di daerah. Diharapkan hasil koordinasi dapat menjadi referensi dalam perencanaan program pembangunan ekonomi daerah, sehingga kebijakan yang diambil lebih responsif terhadap dinamika harga dan kebutuhan masyarakat.(Ione/Brigade Bappedalitbang)