PROGRAM KELUARGA SIGAP APRESIASI PERAN BAPPEDALITBANG BANJAR
BANJARBARU – Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian dan Pengembangan (Bappedalitbang) Kabupaten Banjar menerima apresiasi berupa plakat atas dukungan dan keterlibatan aktif dalam keberhasilan Program Keluarga SIGAP di Kabupaten Banjar. Plakat penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Team Leader Program Keluarga SIGAP, Ardi Prastowo, dan diterima oleh Kepala Bappedalitbang Kabupaten Banjar yang diwakili oleh Kepala Bidang Pemerintahan dan Pembangunan Manusia (PPM), Fara Hayani. Momen serah terima ini berlangsung dalam rangkaian kegiatan Desiminasi dan Serah Terima Program Keluarga SIGAP di Kabupaten Banjar, bertempat di Grand Qin Banjarbaru, Selasa (10/2).

Perlu diketahui, Program Keluarga SIGAP merupakan sebuah inisiatif krusial yang mendorong orang tua dengan bayi di bawah dua tahun (baduta) untuk melakukan tiga perilaku penting, yaitu: imunisasi rutin lengkap dan sesuai jadwal, cuci tangan pakai sabun, serta pemberian makanan bergizi dan camilan sehat. Dalam pelaksanaannya, Kabupaten Banjar terpilih menjadi salah satu lokasi pilot project selain Kabupaten Bogor, Jawa Barat, di mana kegiatan ini telah diawali dengan peluncuran (launching) di tingkat kabupaten dan kecamatan pada periode Oktober hingga November 2023 lalu.
Salah satu pendekatan unik dalam Program SIGAP adalah metode edukasi yang holistik dan interaktif untuk menumbuhkan pola pengasuhan berkualitas. Para kader Posyandu dilatih menggunakan alat bantu kreatif, seperti permainan “Kartu Impian” yang menampilkan berbagai profesi masa depan. Melalui permainan ini, orang tua diajak memilih kartu sesuai harapan cita-cita anak, sekaligus memahami bahwa untuk mencapai impian tersebut (seperti menjadi dokter atau guru), diperlukan persiapan kesehatan yang matang melalui tiga perilaku positif yang dipromosikan.

Pelaksanaan program percontohan ini memiliki visi yang besar. Secara nasional, program ini bertujuan untuk menjangkau satu juta anak di bawah dua tahun dan mendorong perubahan perilaku yang berkelanjutan demi menjamin masa depan kesehatan mereka. Di Kabupaten Banjar sendiri, program ini telah berjalan intensif dengan melibatkan pelatihan kader dan pelaksanaan kelas-kelas edukasi bagi ibu baduta di berbagai Posyandu.
Mengomentari plakat apresiasi yang diberikan, Fara Hayani menuturkan rasa terima kasih dan bangganya atas kolaborasi yang terjalin. Menurutnya, penghargaan ini adalah bukti nyata sinergi pemerintah daerah bersama mitra pembangunan dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia sejak dini. Ia mengapresiasi kerja keras para kader dan fasilitator yang telah menjadi ujung tombak penyampaian pesan kesehatan kepada masyarakat.
Menurutnya, manfaat dari program ini membawa dampak yang signifikan terhadap pemahaman orang tua. Pendekatan komunikasi antar pribadi yang diterapkan membuat pesan kesehatan tidak terasa menggurui, namun justru membangun kesadaran dari dalam diri orang tua. “Masyarakat menjadi lebih paham bahwa kesehatan anak hari ini adalah investasi mutlak untuk pendidikan dan kesuksesan mereka di masa depan,” ujarnya.
Menutup keterangannya, Fara menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk menjaga keberlanjutan inisiatif baik ini. “Kami berharap pola pengasuhan positif dan perilaku hidup sehat yang telah terbangun melalui Keluarga SIGAP dapat terus dilanjutkan oleh masyarakat secara mandiri, sehingga angka kesehatan anak di Kabupaten Banjar semakin membaik,” pungkasnya.(Ione/Brigade Bappedalitbang)

